Kunjungan Keluarga ke Danau Mooat, Bolaang Mongondow Timur

  • Danau Mooat
    Danau Mooat
  • Danau Mooat
    Danau Mooat
  • Pondok di sekitar danau
    Pondok di sekitar danau
  • Danau Mooat
    Danau Mooat
  • Danau Mooat
    Danau Mooat
  • Tangkapan gambar dengan gambar depan perkebunan Minahasa Selatan
    Tangkapan gambar dengan gambar depan perkebunan Minahasa Selatan
  • Tangkapan gambar dengan gambar depan perkebunan Minahasa Selatan
    Tangkapan gambar dengan gambar depan perkebunan Minahasa Selatan
  • Perkebunan Minahasa Selatan
    Perkebunan Minahasa Selatan
  • Tangkapan gambar dengan gambar depan perkebunan Minahasa Selatan
    Tangkapan gambar dengan gambar depan perkebunan Minahasa Selatan
  • Tangkapan gambar dengan gambar depan perkebunan Minahasa Selatan
    Tangkapan gambar dengan gambar depan perkebunan Minahasa Selatan
  • Danau Mooat
    Danau Mooat
  • Danau Mooat
    Danau Mooat
  • Danau Mooat
    Danau Mooat

Sejak saya menikah, saya ingin sekali mengajak isteri menuju situs alam, Danau Mooat yang sekarang ini berada di bawah pengelolaan pemerintaah Bolaang Mongondow Timur. Sayangnya selama dalam empat tahun pernikahan, kesempatan itu belum pernah datang. Hingga akhirnya pada hari Ahad, 19 Rabi’ul Tsani 1436 H alias 8 Februari 2015 tanpa rencana yang diduga-duga saya mengajak keluarga kecilku untuk menyambangi bendungan alam ini. Alasannya terbilang sepele, isteriku ingin jalan-jalan pasca beberapa hari merasakan lemas karena sakit. Cuaca pun bisa dikata mendukung untuk jalan-jalan menggunakan sepeda motor di saat beberapa pekan ini hujan sering mengguyur daratan.

Walau pun saya lahir dan besar di tanah Totabuan, Bolaang Mongondow, bisa dibilang saya sangat jarang mengunjungi tempat ini. Sebelumnya baru sekali saya menyambangi danau terbesar di tanah Totabuan ini, yaitu sekitar sebelas atau dua belas tahun yang lalu. Dan saat kedua kalinya mengunjungi daerah ini pagi tadi, tampaknya tidak banyak hal yang berubah. Terutama untuk pengelolaan dari pemerintah untuk lokasi wisata alam ini. Pondok-pondok yang disediakan bahkan sudah berdebu yang entah kapan terakhir dibersihkan. Sekiranya pemerintah mau menambah dengan beberapa wahana rekreasi air, mungkin akan lebih bagus lagi. Semoga dengan slogan pariwisata pemerintah RI saat ini, yaitu Wonderful Indonesia, bisa turut memajukan berbagai program pariwisata di seluruh daerah, termasuk di Danau Mooat.

Danau Mooat

Danau Mooat

Danau Mooat

Danau Mooat

Pondok di sekitar danau

Pondok di sekitar danau

Danau Mooat

Danau Mooat

Danau Mooat

Danau Mooat

Danau Mooat dengan latar depan perkebunan Minahasa Selatan

Danau Mooat dengan latar depan perkebunan Minahasa Selatan

Danau Mooat dengan latar depan perkebunan Minahasa Selatan

Danau Mooat dengan latar depan perkebunan Minahasa Selatan

Perkebunan Minahasa Selatan

Perkebunan Minahasa Selatan

Danau Mooat dengan latar depan perkebunan Minahasa Selatan

Danau Mooat dengan latar depan perkebunan Minahasa Selatan

Danau Mooat dengan latar depan perkebunan Minahasa Selatan

Danau Mooat dengan latar depan perkebunan Minahasa Selatan

Danau Mooat

Danau Mooat

Danau Mooat

Danau Mooat

Danau Mooat

Danau Mooat

sutriadi

Moslem, physician teacher, amateur programmer.

You may also like...

3 Responses

  1. sayang banget tidak dikelola dengan baik. melihat foto-foto nya sangat indah

  2. SAMSUDIN says:

    Apa saja wisata kuliner yang dapat kita jumpai disekitar wisata Danau Mooat, Bolaang Mongondow Timur tersebut?

    • sutriadi says:

      biasanya sepanjang jalan ada beberapa persinggahan yg menawarkan jagung muda yg direbus serta beberapa jenis gorengan. di beberapa lokasi wisata juga sudah disediakan semacam warung/kafe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *