Bedanya Liburan Lepas Tahun Kemarin

Ada yang berbeda dengan liburan lepas tahun kemarin, walau lokasi liburannya masih sama, yaitu di rumah mertua di Toili, Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Memang, beberapa tahun terakhir kami menempuh jalur darat dari Kotamobagu ke Gorontalo, kemudian jalur laut dari Gorontalo ke Pagimana dan lanjut lagi perjalanan darat dari Pagimana – Luwuk – Toili. Nah, liburan kemarin agak berbeda karena kami menggunakan jalur darat Kotamobagu ke Manado, kemudian jalur udara dari Manado ke Luwuk dan terakhir melanjutkan dari Luwuk ke Toili dengan transportasi darat.

Alasan pengambilan jalur transportasi yang baru tidak lain karena selain jarak dan waktu tempuh yang cukup melelahkan untuk jalur yang biasanya, juga karena anak ke-dua saya yang cukup sulit dalam melakukan perjalanan darat. Muhammad Basyir — nama anak saya yang ke-dua — sering muntah ketika naik mobil, meski jarak yang ditempuh cukup singkat.

Maskapai penerbangan yang saya pilih untuk mudik dan balik berbeda. Ketika berangkat, kami menggunakan maskapai dengan pesawat ATR yang jalur penerbangannya adalah Manado – Gorontalo – Luwuk. Dan karena lepas landasnya sekitar pukul 06:00 pagi, maka kami berangkat dari Kotamobagu sekitar pukul 00:00 dini hari, mengingat perjalanan Kotamobagu – Manado yang sekitar 4 jam. Alhamdulillah, tak terasa kami sampai di Luwuk sekitar pukul 08:00 pagi.

Untuk perjalanan balik, kami menggunakan pesawat Dornier yang jalur penerbangannya langsung dari Luwuk ke Manado. Berangkat sekitar pukul 13:00 siang, kami sampai sekitar pukul 14:00 siang. Alhamdulillah, dalam kedua perjalanan tersebut bisa dibilang tidak ada masalah yang berarti.

Selain sarana transportasi yang digunakan, tentunya banyak perbedaan lain pada liburan kali ini. Singkatnya waktu perjalanan membawa dampak positif untuk lama waktu liburan di kampung isteri, sekitar dua pekan lebih lamanya. Padahal bila menggunakan jalur yang biasanya, maka liburan bahkan tidak akan cukup dua pekan karena sekitar satu pekan akan habis saat berada di Gorontalo.

Nah, hal itulah yang paling membedakan pada liburan kali ini. Tidak ada singgah di Gorontalo, maka tidak ada menginap di hotel dekat kampus –yang merupakan hotel kecil langganan kami, tidak ada wisata kuliner di berbagai tempat makan favorit sejak kuliah, tidak ada silaturahim ke sanak-keluarga, tidak ada wisata belanja oleh-oleh untuk ponakan-ponakan, keliling-keliling kota Gorontalo untuk mencari majalah atau buku, atau sekedar menyambangi kampus tercinta. 🙂

Ah, semua ada plus-minusnya. Semoga hal-hal yang terlewatkan itu bisa dibayar di kesempatan lainnya.

sutriadi

Moslem, physician teacher, amateur programmer.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *