Kala Tangan Tanpa Telepon Seluler

Kapan terakhir saya tidak memiliki telepon seluler? Kalau tidak salah ingat sekitar tahun 2004/2005. Kala itu saya memegang salah satu seri Nokia yang cukup laris, Nokia 2300. Sayangnya beberapa lama berlalu, entah setahun lebih atau bahkan tidak cukup satu tahun, barang tersebut dicuri orang saat saya tinggal di kamar untuk pergi shalat Subuh.

Setelah itu, cukup lama saya tidak memegang telepon genggam. Selang waktu berlalu, saya malah minta dibelikan notebook, bukan telepon genggam. Saya baru punya telepon genggam lagi di sekitar tahun 2005/2006 dengan Nokia 2600, tak lama setelah ada notebook. Telepon genggam tersebut kalau tidak salah hilang di tahun yang sama pada saat shalat Jum’at. Penggantinya adalah Nokia 2310 yang datang sekitar beberapa bulan setelah itu.

Nah, telepon seluler ini yang lumayan lama berada di tangan saya hingga akhirnya rusak ketika saya berikan ke isteri saya sekitar tahun 2011. Saya juga pernah memiliki Nokia 2600 Classic sekitar akhir tahun 2009 yang juga akhirnya hilang sekitar tahun 2011. Nokia yang terakhir ini adalah yang pertama saya gunakan dalam berinternet walau hanya mendukung jaringan 2G/EDGE.

Berikutnya adalah Huawei Honor sebagai telepon seluler pintar berbasis Android pertama yang saya miliki. Perangkat ini yang terakhir saya gunakan dan telah selesai masa baktinya beberapa hari yang lalu karena rusak tak bisa menyala lagi. Dan akhirnya, saya merasakan lagi bagaimana rasanya tanpa telepon seluler beberapa hari ini. Tanpa ada pesan singkat atau panggilan. Dan nampaknya saya bisa menikmati saat-saat seperti ini, sebelum pengganti yang baru tiba tentunya.

Oh iya, menunggu pengganti yang baru tiba, bagi yang ingin menghubungiku bisa menggunakan surel atau facebook.

sutriadi

Moslem, physician teacher, amateur programmer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *